Breaking News

2 Obat Ini Sedot Biaya Terbanyak BPJS Kesehatan Nasional

Obat anti-hipertensi dan diabetes melitus memakan biaya paling banyak di BPJS Kesehatan.

Selasa, 1 Oktober 2019 | 07:00 WIB

1 menit baca

Ilustrasi obat. (Freepik)

Politiko News, SOLO – Obat anti-hipertensi dan diabetes melitus memakan biaya paling banyak di BPJS Kesehatan. Sebab, kebanyakan peserta BPJS Kesehatan menderita kedua penyakit tersebut.

Dari 230 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 11 juta di antaranya merupakan penderita hipertensi. Sekitar sembilan juta orang menderita diabetes melitus. Dan sekitar 20 juta orang mengalami penyakit yang berisiko seperti jantung, strok, dan ginjal.

“Obat anti-hipertensi dan diabetes melitus paling banyak meyerap biaya obat BPJS Kesehatan. hal itu terjadi karena penderitanya banyak dan pengobatannya juga jangka panjang,” terang Nurifansyah, Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Manfaat Kesehatan Primer, BPJS Kesehatan, seperti dilansir Bisnis.com, Senin (30/9/2019).

Penyakit kronis yang tidak menular itu disebabkan perubahan gaya hidup. Peningkatan penderita penyakit itu membuat kebutuhan obat meningkat. Padahal, pemenuhan bagi peserta JKN merupakan kebutuhan mendasar.

“Obat menjadi salah satu kebutuhan pelayanan kesehatan yang mengambil bagian besar dalam pelayanan JKN. Sekitar 30-40 persen peserta pasti pulang membawa obat,” sambung Nurifansyah.

Jika peserta JKN mengalami komplikasi, maka biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan dipastikan membludak. Padahal, saat ini total pembiayaan untuk penyakit katastropik (penyakit dengan biaya pengobatan tinggi serta kemungkinan komplikasi besar) mencapai 30 persen. BPJS Kesehatan menanggung biaya obat-obatan tersebut dengan pembagian 60 persen generik dan 40 persen paten.


Artikel yang berjudul “2 Obat Ini Sedot Biaya Terbanyak BPJS Kesehatan
Nasional” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments