Breaking News

BPBD Sumenep Minta Desa Saling Sinergi Dalam Menghadapi Kekeringan

Sumenep | sigap88 – Musim kemarau sudah masuk sejak bulan Mei dan beberapa daerah di kabupaten Sumenep diprediksikan akan mengalami kekeringan.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghimbau kepada kepala desa agar berkoordinasi dengan desa lain untuk mengantisipasi kekurangan air.

“Setidaknya kepala desa bersinergi dengan desa tetangga untuk mengatasi kekeringan dan kekurangan air, hal itu merupakan program jangka panjang, sedangkan program jangka pendek pihak kami, akan mensuplai air,” kata Kepala BPBD Sumenep Dr R. Abd Rahmad Riadi, SE, MM.

Sedangkan, pemenuhan terhadap pelaksanaan kegiatan Program penanggulangan kekeringan bisa menggunakan dana desa (DD).

“Sesuai aturan, DD (Dana Desa) bisa digunakan untuk penanggulangan bencana salah satunya kekeringan,” jelasnya.

Maka, desa yang memiliki sumber mata air bisa melakukan kerjasama dengan desa yang krisis air bersih ketika musim kemarau. “Sesuai Permendes (Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) itu (DD) boleh digunakan untuk bencana,” jelasnya.

Menurutnya, bisa bekerja sama antar desa dengan pengadaan tandon air, karena dalam kajian sebelumnya apabila pendistribusian memakai manual semisal, memakai drigen saat pendistribusian air kedesa sangat lambat sekali.

“Pemakaian tandon, akan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan pendistribusian air melalui tangki, paling tidak membutuhkan 15 menit sudah selesai apabila pakai tandon”, urainya.

Disampaikan pula oleh R. Rahmad Selain ada upaya membantu antar desa, juga bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan desa melalui PADes (Pendapatan Asli Desa), dengan segala pengaturannya melalui APBDes (Anggaran Pendapatan Belanja Desa).

Ada klasifikasi, desa yang di anggap kekeringan, yang mana masyarakat harus menempuh jarak diatas 3 km hal itu masuk desa kekeringan kritis, sedangkan desa yang jarak tempuhnya untuk mendapatkan air hanya 0,5 s/d 3 km masuk kreteria kekeringan langka.

“Dikabupaten Sumenep terdapat 27 desa yang rawan kekeringan, 10 desa masuk kekeringan kritis dan 17 desa masuk zona kekeringan langka,” pungkasnya. (Koes)


Artikel yang berjudul “BPBD Sumenep Minta Desa Saling Sinergi Dalam Menghadapi Kekeringan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments