Breaking News

Komisi II DPRD Sumenep Tanggapi Banyaknya Proyek APBN Terbengkalai

Sumenep sigap88- Banyak Proyek yang bersumber dari anggaran APBN yang teralokasi di kabupaten Sumenep, Jawa timur banyak yang terbengkalai, bahkan sampai saat ini belum difungsikan sama sekali.

Salah satunya kluster (gudang rumput laut) di Desa/Kecamatan Batuan, Silo Beras di Kecamatan Ganding, Silo Jagung di Kecamatan Bluto dan sejumlah bangunan lainnya. Tiga proyek tersebut dibangun pada 2009 lalu, bahkan, Silo Beras di Kecamatan Ganding saat ini kondisi gedung mulai rusak akibat tidak terawat.

Hal itu ditanggapi oleh, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Bambang Prayogi bahwa, dirinya menyesali sebab, proyek yang anggarannya cukup fantastik dan tidak dimanfaatkan, hanya menjadi gedung tua saja.

“Ini hanya buang buang anggaran saja, seakan akan hanya sekedar mengeluarkan dana tersebut”, katanya.

Bahkan dirinya, menanggapi banyak proyek yang anggarannya melalui APBN banyak yang mangkrak dan cenderung pemanfaatannya tidak ada.

“Yang kami ketahui proyek tersebut sudah terlaksana, dengan berdirinya gedung, namun sejauh ini pemanfaatannya tidak ada, sehingga terkesan hanya buang anggaran saja”, jelasnya.

Sejatinya, gedung tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sumenep, mengingat potensi rumput laut dan jagung sangat besar di kabupaten yang berjuluk Sumekar ini.

Politisi PDI-P ini berharap agar supaya pihak terkait untuk bisa memikirkan manfaat dan kegunaan gedung tersebut.

“Bangunan itu sudah dibangun beberapa tahun lalu, apabila tidak dimanfaatkan maka bisa jadi akan rusak parah dan tidak bisa digunakan”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Arief Rusydi menjelaskan, dirinya tetap berupaya untuk memanfaatkan kluster di Batuan itu. Bahkan telah lama dirinya melakukan kordinasi dengan sejumlah investor, namun hingga saat ini belum ada yang memastikan.

“Infestor banyak yang tidak mau disebabkan fasilitas sudah banyak rusak”, papar Rusdi.


Artikel yang berjudul “Komisi II DPRD Sumenep Tanggapi Banyaknya Proyek APBN Terbengkalai” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments