Breaking News

Permintaan Maaf Ketua AKD Bluto Sumenep, Kepada Media Perlu Dipertimbangkan | Politiko News

Sumenep sigap88- Pernyataan Ketua AKD kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, Jawa timur Warid perlu dipertimbangkan karena sudah menuduh tanpa alasan bahwa Media telah melaporkan semua desa sekecamatan Bluto tentang DD/ADD ke Komisi Informasi (KI)

Pernyataan tersebut di lontarkan oleh AKD Warit saat pelaksanaan forum diskusi yang digelar Komisi Informasi (KI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, di aula Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) setempat.

Dalam sesi tanya jawab Kepala Desa Sera Tengah mengatakan, “di Kecamatan Bluto yang terdiri dari 20 desa, ada media yang berkirim surat untuk meminta data APBDes dan LPJ realisasi pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD-ADD) dari tahun 2015 sampai 2018”.

“Semua kepala desa sudah memampangkan baleho di balai desa atau di tempat strategis di setiap desa tentang APBDes, dan kami sudah rinci semua di dalam info grafik masih ada saja Media meminta data realisasi program kepada kami, media itu bahkan memaksa, memaksa melaporkan,” ungkapnya di hadapan narasumber dan semua yang hadir, Sabtu (29/12/2018).

Namun, saat di konfirmasi oleh para Media setelah selesai acara, ketua AKD kecamatan Bluto Warid kebingungan dan mengatakan bahwa tadi menyampaikan kliru yang disampaikan itu bukan Media yang melaporkan akan tetapi unsur LSM yang melaporkan tentang pelaksanaan DD-ADD se Kemacatan Bluto ke Komisi Informasi (KI) Sumenep tahun 2017.

“Semua desa sekecamatan Bluto dilaporkan ke KI oleh LSM tentang DD/ADD Tahun 2017, namun semua terselesaikan dengan baik,” imbuhnya.

Bahkan di singgung tentang LSM apa yang melaporka, Warit tidak bisa menyebutkan nama LSM tersebut, “saya lupa LSM apa, tapi saya kenal sama orangnya tapi sudah kami selesaikan dengan baik”, katanya.

Dengan nada yang agak ragu ketua AKD kecamatan Bluto Warid menarik ucapannya yang sudah di utarakan di forum dengan mengatakan saya khilaf, tidak ada Media yang melaporkan ke KI.

“Saya khilaf, penyampaian saya tadi salah, tidak ada Media yang yang menyurati 20 kepala.desa sekecamatan Bluto, menayakan tentang realisasi DD, saya minta maaf kepada semua Media”, jelasnya dengan mimik muka penyesalan.

Anggapan dia (Warid) antara Media dan LSM disama ratakan dan tidak paham tentang topoksi Media dan LSM, padahal kalau di liat dari penampilan Warid sebagai AKD dan Kepla desa Sera Tengah sangat jenius dan pintar.

Pernyataan AKD kecamatan Bluto membuat ketua Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS) menjadi gerah dan mengaku sangat miris atas dangkalnya pahaman kepala desa akan peran media, dengan melontarkan pernyataan yang tidak pantas di ungkapkan apalagi di dalam forum.

“Saya sangat kecewa dan tersinggung atas pernyataan AKD kecamatan Bluto, dan Kepala Desa di Sumenep, siapapun itu, perlu banyak belajar dan membaca lagi, setidaknya faham apa peran, tugas dan fungsi Media itu,” jelasnya dengan nada geram.

Bahkan ketua AMOS (Ahmad Muni) menyampaikan “permintaan maaf Warid kami terima namun kami masih mempertimbangkan lagi karena hal ini sudah menjelekkan citra Media di depan publik, apalagi Media merupakan corong demokrasi bagi masyarakat”, pungkasnya. (Koes)


Artikel yang berjudul “Permintaan Maaf Ketua AKD Bluto Sumenep, Kepada Media Perlu Dipertimbangkan | Politiko News” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments