Pemerintah Didorong Evaluasi Anggaran BMKG
Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis–Dok:DPR
Jakarta: Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis meminta anggaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dievaluasi. Menurutnya, anggaran BMKG untuk mitigasi bencana tergolong minim.
“Anggaran di 2019 itu, baik BMKG maupun Basarnas, tidak naik,” kata Fary di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
Menurut Fary, penambahan anggaran penting terutama untuk mengganti atau memperbaiki alat pendektesi tsunami. Sebab, kata dia, beberapa alat pendektesi tsunami di Indonesia sebagian besar rusak dan hilang.
“Kita enggak bisa lagi. Palu sudah jadi pembelajaran kita. Apalagi ada informasi potensi gempa tsunami. Kita sudah harus serius. Anggaran BMKG, Basarnas enggak ada penambahan. Dia terus begitu saja,” ujarnya.
Baca: Legislator Menyoroti Minimnya Alat Mitigasi Bencana
Karena itu, Fary beserta fraksinya yakni Gerindra, tidak setuju dengan anggaran yang diajukan oleh BMKG dalam RAPBN Tahun 2019 lalu. Dia menilai pemerintah terlalu anggap remeh pemasalahan terhadap alat deteksi tsunami yang ada di Indonesia.
“Karena sangat penting itu. Banyak yang tidak berfungsi tetapi pemerintah tidak melihat itu sebagai prioritas,” ucapnya.
Artikel yang berjudul “Pemerintah Didorong Evaluasi Anggaran BMKG” ini telah terbit pertama kali di:
No comments