Kekecewaan Dibalik Suksesnya HGN di Kabupaten Sumenep | Politiko News
Sumenep sigap88- Kabupaten Sumenep, Jawa timur menjadi tuan rumah dalam rangka HGN (Hari Guru Nasional) pada hari Sabtu 17/11/2018 yang dihadiri oleh Puluhan ribu Guru se Provensi Jawa Timur.
Pemerintah kabupaten Sumenep sangat sukses dengan mendatangkan ribuan Guru ke bumi Sumekar yang tujuan khususnya dalam penyelenggaraan ini untuk lebih dekatnya masyarakat luas dengan keberadaan Sumenep yang penuh dengan keaneka ragaman suku dan adat istiadat juga Destinasinya.
Namun di balik kesuksesan tersebut banyak para tamu dari kontingen kabupaten lain merasa kecewa terhadap panitia penyelenggara.
Seperti kontingen dari Kabupaten Banyuangi, bahwa sekitar 4000 guru dari kabupaten Banyuangi harus rela berjalan kaki sepanjang 2,5 km karena mobil yang di tumpangi parkirnya sangat jauh dari tempat penyelenggara.
“Saya sangat kecewa terhadap panitia atas pelayananya yang menurut saya menelantarkan semua teman Guru, bahkan saya harus berjalan kaki 5km pulang pergi”, ucap salah satu Guru kontingen dari Banyuangi Hasim
Bahkan teman teman rela ikut mobil Dam Truk untuk sampai ke mobil kami yang di parkir, dan banyak pula teman teman Guru tidak sampai ke lokasi karena tidak sanggup jalan kaki.
“Yang pasti kami dari para guru kontingen Banyuangi sangat kecewa dengan panitia, kami ini tamu kok melayani tamu seperti ni”, ungkapnya pula dengan mimik sangat kecewa.
Tampak raut wajah kekecewaan yang di tampakkan oleh kontingen Guru dari Trenggalek.
Dirinya dengan keringat bercucuran sambil ngos ngosan menyampaikan kepada Media sigap88.com atas kekecewaan kepada panitia penyelnggara HGN di kabupaten Sumenep.
“Seharusnya kalau mobil Bus kami tidak bisa masuk ke lokasi acara harus di sediakan mobil penjemput untuk sampai ke lokasi bukan kami disuruh jalan sampai 2,5 km”, jelasnya dengan muka sangat kecewa.
Ketua PGRI Sumenep Nurul Hamzah saat di konfirmasi lewat telepon selulernya menyampaikan “hal ini sudah dikordinasikan di tingkat provensi dengan aturan yang ada dan sistem yang telah di sepakati”.
“Kami sudah memantau keseluruhan bahwa apabila rombongan datang langsung menurunkan rombongan di lokasi dan mobilnya parkir di tempat yang telah di tentukan”, ucapnya.
Bahkan H. Nono panggilan akrabnya sudah menyediakan jasa ojek setiap satu ojek ongkosnya RP 10.000./sekali ojek. (Koes/Min)
Artikel yang berjudul “Kekecewaan Dibalik Suksesnya HGN di Kabupaten Sumenep | Politiko News” ini telah terbit pertama kali di:
No comments