Pemkab Malang Harus Perhatikan Habitat Penyu di Kawasan Pantai Pariwisata
Malang,Politiko News-Bajulmati memang sangat berpotensi sebagai kawasan konservasi Berdasarkan data yang kami peroleh dilapangan ,teridentifikasi ada20titik pendaratan penyu,yang artinya di pantai BajulMati telah ada 20 sarang telur penyu dalam sekali musim,dari data yang kami himpun dilapangan pada tahun2017 penyu yang mendarat di Bajulmati mulai bulan April dan berakhir dikisaran bulan September, namun pada tahun 2018 ini ternyata mengalami kemajuan dari yang awalnya bulan April maju lebih awal dibulan Maret,dari situ bisa kita simpulkan bahwa musim pendaratan penyu bertelur di Bajulmati kisaran mulai Maret sampaiSeptember, namun demikian pengamatan juga terus dilakukan untuk pendataan oleh pak Sutari bersama teamnya.
Sebenarnya secarateritorial pantai Bajulmati meliputi kawasan Pantai ungapan hingga pantai Buncaran ,namun sayang pantai Bajulmati sudah disekat-sekat menjadi beberapa pantai seperti pantaikangen ,goa jodoh, parangdowo dll, sehingga pantai bajulmati yang tersisa tinggal secuil saja, sebelah barat berbatasan dengan Pantai Ungapan dengan perbatasan BukitTenger, dan sebelah barat berbatasan dengan Pantai Kangen dan Jolangkung ,dengan dibatasi oleh bukit “WatuBolong”. Diantara pantai
yang ada di samping-sampingnya BajulMati merupakan salah satu pantai yang paling
rindang, dengan masih banyaknya pepohonan dikawasan tersebut menunjukkan bahwa pantai BajulMati masih memiliki kelestarian yang baik, walaupun sudah ada juga bangunan-bangunan yang berdiri dikawasan tersebut. “Kondisi kelestarian BajulMati juga di tanda dengan masih banyaknya tanaman-tanaman vegetasi pantai seperti pandan laut dan jenis tanaman merambat yang tumbuh liar di bibir pantai”tutur tomo saat ada penelitian dari kampus asala jogjakarta Arinda(TimGeografi UGM).
Beberapajenis penyu yang bertelur di BajulMati yaitu penyu Abu-abu,penyu Sisik,penyu Hijau dan penyu Belimbing. Keempat jenis penyu tersebut termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi oleh pemerintah, seperti tertuang pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.7tahun1999. Namun sudah lama untuk jenis penyu Belimbing sudah sulit sekali ditemukan,dan diantara jenis penyu-penyu lainya,penyu belimbing merupakan jenis penyu yang paling langkah dibanding penyu jenis lainyaBerdasarkan hasil sejarah yang telah terungkap,penyu abu-abu diidentifikasi sebagai hewan endemik pantai Bajulmati.
Sejak tahun2007, Bapak Sutari (warga pantai bajulmati) telah melakukan penyelamatan terhadap telur penyuyang ditemukan dipantai.Hal ini dilakukan oleh Bapak Sutari karena pada tahun 2003-2006 beliau melihat eksploitasi dan perburuan baik telur penyu maupun penyu dewasa cukup banyak.Jika pada zaman dahulu perburuan telur penyu dan penyu itu sendiri dilakukan karena dasar untuk dikonsumsi sebagai penyambung hidup, akan tetapi perburuan pada saat ini lebih mengarah kearah komersil.Hal ini yang membuat Bapak Sutari tergerak untuk melakukan penyelamatan agar keberlangsungan hidup penyu terus terjaga dan dapat dirasakan olehanak-cucunya kelak.Akan tetapi kegiatan yang dilakukan oleh Bapak Sutariini masih mengalami beberapa masalah.
Mengingat bahwa pengawasan terhadap lokasi telur penyu berada tidak dapat dipantau selama 24 jam,maka hal ini membuat keresahan tersendiri karena lebih menunjukkan posisi telur penyu tersebut berada. Sedangkan disisi lain terdapat sisi positif,pemberian pagar disekeliling telur penyu juga dapat membuat hewan-hewan predator telur penyu seperti biawak tidak dapat memangsanya. Pada tahun 2013 Bapak Sutari telah melakukan konservasi sederhana dengan membuat area seluas 7 meter x 3 meter untuk penetasan dan pemeliharaan tukik (anakpenyu). Setelah beberapa lama,masyarakat mulai mendukung apa yang dilakukan oleh BapakSutari.
Awalnya Pak Sutari melakukan aktivitas konservasi penyu bersama-sama kelompok RESCUE PSR (PantaiSelatanRescue) namun pada tahun 2016 Bapak Sutari dan masyarakat sekitar PantaivBajul Mati membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) dengan nama “PilarHarapan” yang memiliki ketetapan badan hukum pada tahun 2017.
POKMASWAS ini memiliki salah satu divisi kerja yang fokus terhadap konservasi penyu. Pada divisi ini, anggota POKMASWAS melakukan kegiatan yang berhubungan dengan proses konservasi terhadap penyu, seperti patroli setiap malam pada bulan-bulan saat musim penyu naik kepesisir untuk bertelur.
Apabila ditemukan penyu atau pun telur penyu,maka anggota POKMASWA Sini melakukan pendataan dibantu dengan Bapak Sutari yang sudah sedikit banyak memiliki pengalaman terkait penyu. Kemudian proses relokasi dilakukan dengan hati-hati dan tetap memperhatikan keselamatan telur penyu tersebut.Sepertiyang sudah dijelaskan sebelumnya, relokasi inidilakukan dengan pertimbangan lokasi dan ancaman-ancamanya yang ada disekitar lokasi.
Selain itu, hal ini juga dikarenakan wilayah pesisir tempat penyu bertelur adalah kawasan wisata pantai yang terbuka untuk pengunjung. Berdasarkan uraian diatas, ketika proses konservasi sederhana sudah berjalan, maka sudah seharusnya proses tersebut dikawal dan dikembangkan kearah yang lebih baik. ember sebagai bantalan dan telur penyu mulai dipindahkan kedalam ember tersebut.
Setelah itu beliau membawa telurpenyu tersebut kerumahnya yang terletak didekat pesisir pantai bajulmati. Disamping rumah Bapak Sutari, dibangun sebuah kolam kecil berukuran2x1meter dengan tinggi 50cm berisipasir untuk inkubasi telur penyu tersebut.
Telur yang sudah dipindahkan kedalam ember tadi kemudian dimasukkan kedalam kolam inkubasi buatan yang sudah ada.
Bapak Sutari adalah orang yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi.Beliau mempunyai banyak pengalaman perihal upaya penyelamatan terhadap orang yang mengalami laka(kecelakaan)laut. Kegiatan ini beliau lakukan sebelum memulai upaya penyelamatanterhadap habitat penyu.Ketika tahun2011 beliau mendirikan organisasi SAR Terpadu yang mempunyai tugas utama dalam rescue atau penyelamatan terhadap wisatawan maupun masyarakat yang mengalami laka laut. Kegiatan ini mendapatkan bimbingan langsung dari TNI Angkatan Laut.Selain tujuan utama dalam penyelamatan manusia,Bapak Sutari juga tetap melakukan upaya penyelamatan terhadap penyu.
Kegiatan yang beliau lakukan mulai mendapat dukungan dari anggota beliau yang berada diorganisasi SARTerpadu.Patroli penyu dan relokasi telur penyu mulai dilakukan bersama-sama dengan anggota tim SAR.
Menurut Andik Syaifudin anggota Sahabat Alam ancaman terhadap habitat penyu sangat besar maka pemkab harus serius menangani tempat penyu berkembang biak”.tuturnya dengan nada serius.(rud). Bersambung.
Artikel yang berjudul “Pemkab Malang Harus Perhatikan Habitat Penyu di Kawasan Pantai Pariwisata” ini telah terbit pertama kali di:
No comments