Bupati Sumenep: Kontes Sapi Sonok Sebagai Ajang Peningkatan Ekonomi Masyarakat Politiko News Politiko News
Sumenep Politiko News – Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Sumenep menggelar kontes sapi Sonok yang merupakan rentetan visit Sumenep 2018
Acara tersebut terselenggara di lapangan giling Sumenep pada hari Sabtu (13/10/2018).
Guna meningkatkan perekonomian masyarakat Sumenep di bidang budaya dan pariwisata, pemkab Sumenep banyak menggelar kegiatan untuk menunjang lebih mengenalkan budaya yang ada di kabupaten Sumenep
Bupati Sumenep Dr KH A Busyro Karim, M. Si yang hadir dan membuka kontes Sapi Sonok memaparkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Sumenep.
“Sapi Sonok merupakan budaya yang ada di Madura khususnya di kabupaten Sumenep, sehingga diharapkan dengan ajang kontes sapi Sonok bisa meningkatkan minat pencinta sapi Sonok dan lebih mengenalkan budaya ini ke luar Madura”, ucap Bupati.
Bahkan Bupati Sumenep menekankan kepada pihak Diskominfo, Disparbudpora, dan Humas Kabupaten Sumenep agar meningkatkan promosi dan pengenalan ke pihak luar Madura, bahkan ke luar Negeri.
“Merupakan tugas Disparbudpora, Humas Kabuapten dan Diskominfo agar lebih gencar lagi dalam mempromosikan budaya dan wisata yang ada di kabupaten Sumenep, sehingga masyarakat luar Madura dan wisatawan bisa hadir ke Sumenep”, jelasnya.
Sementara, kepala Dinas Disparbudpora Sofiyanto, M.Si mengucapkan bahwa kabupaten Sumenep mempunyai banyak aneka ragam Budaya dan tempat wisata sehingga sangat berpotensi peningkatkan perekonomian masyarakat dari sektor wisata.
“Selain kerapan sapi yang sudah menjadi icon budaya masyarakat Madura terutama kabupaten Sumenep, juga mempunyai sapi Sonok yang merupakan Budaya khas Madura”, kata Sofi.
Budaya sapi Sonok sangat unik, karena yang dijadikan kontes adalah sapi betina yang akan di pajang dengan beraneka pakaian, penampialn dalam berjalan.
“Keunikan sapi sonok terlihat apabila sapi sedang dalam keadaan kontes yang di nilai adalah, kecantikan sapi, postur tubuhnya, gaya berjalan dan setelah sampai finish kaki sapi harus ngepas pada tempat yang sudah di tentukan”, papar Kadisparbudpora.
Maka kabupaten Sumenep dalam hal ini Disparbudpora melestarikan kebudayaan sapi Sonok ini, karena dengan melestarikan budaya ini nantinya akan meningkatkan SDM masyarakat.
Artinya dengan sapi Sonok akan menambah peningkatan ekonomi bagi para penggemar sapi Sonok, yang diharapkan mengimbas kepada masyarakat dengan meningkatnya perekonomian.
Masih menurut Kadisparbudpora bahwa sekitar lebih dari 200 pasang sapi Sonok berada di kabupaten Sumenep ini membuktikan bahwa sapi Sonok merupakan Budaya yang di minati oleh masyarakat dan perlu pembinaan dan peningkatan.
“Kontes sapi Sonok yang terselenggara di lapangan Giling Sumenep, dengan peserta 60 pasang yang akan di ambil 6 pasang untuk di ikutkan ke tingkat Karesidenan Pamekasan pada tgl 20/10/2018”, pungkasnya.
Dengan kontes sapi Sonok diharapkan, hal ini bukan hanya kontes saja akan tetapi bagaimana bisa meningkatkan sumber pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Sumenep(Ain)
Artikel yang berjudul “Bupati Sumenep: Kontes Sapi Sonok Sebagai Ajang Peningkatan Ekonomi Masyarakat Politiko News Politiko News” ini telah terbit pertama kali di:
No comments